Home Wisata Alam

Wisata Alam

Air Terjun Kelapa Kawai Aik Nangka

Bagian selatan Pulau Belitung banyak menyimpan pesona alam yang belum terekspos dengan sempurna. Salah satu diantaranya yaitu Air Terjun Kelapa Kawai.

Batu Baginde

Batu Baginde merupakan dua gunung batu raksasa yang berdiri bersebelahan dan terlihat dari kejauhan. Puncak pertama setinggi 162 meter dan disebut sebagai batu jantan atau batu laki, sedangkan puncak kedua setinggi 156 meter dan disebut dengan nama batu bini. Hingga kini belum diketahui asal mula batu-batu tersebut atau proses terbentuknya Batu Baginde. Dari kejauhan Batu Baginde yang dikelilingi hutan laksana menara kembar yang menjaga kawasan Membalong.

Batu Mentas

Batu Mentas merupakan kawasan konservasi yang dikelola oleh Komunitas Lingkungan Hidup Belitung (KLHB) bekerjasama dengan pemerintah dan beberapa NGO (Non Goverment Organization) yang peduli terhadap masalah lingkungan. Batu Mentas merupakan sanctuary bagi fauna maskot Provinsi Bangka Belitung Tarsius Bancanus Saltator atau yang dikenal dengan nama Pelilean.

Selain menjadi pusat konservasi tarsius, Batu Mentas ini juga dikembangan sebagai eko wisata yang menawarkan berbagai aktivitas seperti menginap di rumah pohon, river tubing, jungle tracking, hingga Tarsius Watching di malam hari. Dengan biaya Rp 10.000, wisatawan dapat melihat tarsius di dalam penangkaran (data diperoleh pada Mei 2012, harga dapat berubah sewaktu-waktu).

Danau Kaolin

Danau kaolin (clay) adalah salah satu kekayaan tambang dari Belitung. Penambangan ini memberi banyak sekali lapangan pekerjaan untuk masyarakat Belitung. Seluruh hasil tambang kaolin dikapalkan ke luar pulau Belitung untuk bahan baku pabrik cat dan kosmetik. Tetapi dampak negatif dari penambangan ini seperti yang anda lihat, adalah kerusakan lingkungan, sama seperti penambangan timah.

Danau kaolin ini terdapat tidak jauh dari kota Tanjungpandan Belitung. Memerlukan waktu sekitar 5 Menit dari pusat kota Tanjungpandan. Danau kaolin di dominasi oleh warna putih dan air berwarna biru menjadikan danau kaolin ini sebuah obyek wisata fotografi yang unik. Karena kejernihan airnya sehingga jika kita lihat dari dalam air seperti ada pantulan benda langit seperti awan dan lainnya. Jika malam tiba maka pantulan bintang di langit tergambar jelas pada air di danau tersebut.

Gurok Beraye

Menikmati kesejukan alam pegunungan menjadi pilihan saat berwisata. Salah satunya air terjun Gurok Beraye. Jernihnya air, sejuknya udara pegunungan, dan gemericik suara air terjun dapat menghadirkan suasana Gurok Beraye yang menenangkan. Kita dapat menikmati kesejukan air sambil melihat banyak ikan belang baju yang sedang berenang bebas. Namun ada kepercayaan bahwa ikan-ikan tersebut tidak boleh ditangkap.

Untuk sampai ke Gurok Beraye kita bisa melewati jalur bekas stasiun relay bekas PT Timah. Ikuti jalan aspal hingga menemukan percabangan kemudian ambil jalan menurun. Walaupun Gurok Beraye berada di atas gunung, kita tidak perlu khawatir kelelahan naik ke atas, karena sudah tersedia akses jalan untuk kendaraan menuju air terjun ini. Namun perlu diwaspadai karena tanah di sisi jalan rawan longsor.

Tirta Merundang

Pemandian Alam Tirta Merundang memiliki lingkungan alam yang sejuk karena dikelilingi pohon rindang serta pemandangan nan indah, di samping suasananya tenang, bersih dan jauh dari kebisingan kota. Suasana seperti ini akan anda dapatkan bila mengunjungi tempat rekreasi Pemandian Alam Tirta Merundang.

Pemandian Alam Tirta Merundang terletak di Desa Air Seru Kecamatan Sijuk 15 Km dari Pusat Kota Tanjungpandan. Pemandian Alam Tirta Merundang mudah dicapai dengan menggunakan kendaraan bermotor. Disini pengunjung dapat berenang dikolam yang airnya jernih mengalir cukup deras. Bila lapar dan haus anda tinggal memesan menu makanan dan minuman kepada pelayan restoran disini.

Batu Buyong

Batu Buyong adalah sebuah obyek wisata yang berada di daerah paling ujung di Selatan Pulau Belitung. Terletak sekitar 110 kilometer dari Tanjungpandan, obyek wisata ini bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Kelebihan obyek wisata ini adalah sebuah batu seukuran lapangan bulutangkis yang terlihat agak unik, yaitu seperti sebuah batu yang memang digeletakkan di atas sebuah batu datar lainnya. Selain sebagai tempat wisata, kawasan obyek wisata Batu Buyong ini juga dikenali masyrakat sebagai tempat yang memiliki nuansa magis cukup kuat.

Danau Mempayak

Danau Mempayak terletak tepat di tepi jalan utama yang menghubungkan Kelapa Kampit dan Manggar. Danau yang berada di kaki bukit ini memiliki pemandangan panorama yang indah dengan perpaduan warna hijau perbukitan dan birunya langit. Saat cuaca cerah akan terlihat refleksi gunung, awan, dan tumbuhan di permukaan danau. Di tepi danau yang dahulu merupakan kolong bekas penambangan timah ini terdapat gazebo-gazebo permanen yang bisa dijadikan sebagai tempat istirahat untuk melepas penat. Suara cicit burung dan derik serangga menjadi orkestra alam yang sempurna sebagai iringan untuk menikmati keindahan danau ini.

Hutan Mangrove

Hutan Mangrove Belitung Timur ini termasuk hutan lindung pantai, yang terbagi menjadi dua wilayah yaitu Kelompok Hutan Lindung Pantai Senusur Sembulu yang tersebar dari wilayah timur sampai selatan Pulau Belitung dan Kelompok Hutan Lindung Pulau Burong Mandi yang tersebar dari wilayah timur sampai utara Pulau Belitung. Hutan ini terdiri dari berbagai jenis tanaman antara lain Rhizopora SPP, Bruguiera SP, Soneratia SP, dan beberapa jenis tanaman lainnya.

Open Pit

Open Pit bukan sebuah pantai. Ini adalah nama sebuah wilayah yang dulunya digunakan oleh perusahaan tambang asal Australia BHP Billiton (Billiton adalah nama internasional Belitung) (1971-1985) dan kemudian dialihkan ke perusahaan Jerman bernama Preussag GmbH of Hannover, tempat ini oleh mereka digunakan sebagai pusat operasi penambangan timah sampai akhir tahun 1989. Tempat ini menjadi unik karena sesungguhnya merupakan sebuah bukit dengan nama Gunong Kik Karak. Karena bukit ini memiliki potensi cadangan timah yang besar didalamnya, maka perusahaan pertambangan tersebut membuat sebuah galian raksasa membentuk kawah di tepat puncak Gunung Kik Karak. Besarnya kawah tersebut sama dengan kawah gunung berapi sesungguhnya. Gunong Kik Karak terletak di kota kecamatan Kelapa Kampit di wilayah Kabupaten Belitung Timur.