Home Sosiodemografi Masyarakat

Sosiodemografi Masyarakat

SOSIODEMOGRAFI MASYARAKAT KABUPATEN BELITUNG

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Belitung, per 31 Agustus 2013, penduduk Kabupaten Belitung berjumlah 170.782 jiwa dengan komposisi 87.705 jiwa Laki-laki (51,35%) dan 83.077 jiwa perempuan (48,65%). Jumlah laki-laki di Belitung masih lebih tinggi dibanding dengan jumlah perempuan. Sex Ratio di Kabupaten Belitung adalah 105,57 yang menunjukkan terdapat 105 orang laki-laki di antara 100 perempuan.

OSIODEMOGRAFI MASYARAKAT KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Jumlah penduduk Kabupaten Belitung Timur tahun 2012 sebanyak 116.356 jiwa. Hal ini menunjukkan telah terjadi penambahan jumlah penduduk dibanding tahun sebelumnya sebesar 3.041 orang atau 2,7 persen.Penduduk di Kabupaten Belitung Timur lebih banyak penduduk laki-laki dibandingkan penduduk perempuan dimana 59.913 jiwa atau 51,5 % laki-laki dan sisanya 56.443 jiwa atau 48,5 % adalah perempuan.

KEPADATAN, PERTUMBUHAN, DAN DISTRIBUSI PENDUDUK KABUPATEN BELITUNG

Tingkat pertumbuhan dan kepadatan penduduk antar kecamatan sangat bervariasi. Hal ini disebabkan penyebaran penduduk yang tidak merata, dimana permukiman penduduk terkonsentrasi di Tanjungpandan, yang merupakan ibukota Kabupaten Belitung, dengan kepadatan penduduk sebesar 258 jiwa/km2. Dilihat dari tingkat kepadatan penduduknya, Kecamatan Tanjungpandan memiliki kepadatan penduduk yang paling tinggi, bahkan empat kalinya dari kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi kedua yaitu Kecamatan Sijuk. Hal ini terjadi karena Kecamatan Tanjungpandan merupakan ibukota Kabupaten Belitung serta pusat kegiatan perekonomian Belitung yang berpusat pada perdagangan, perhotelan, rumah makan dan restoran, serta pusat pendidikan walaupun luas wilayah tanjungpandan hanya 16,5% dari total luas Belitung.

KEPADATAN, PERTUMBUHAN, DAN DISTRIBUSI PENDUDUK KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Terjadi juga peningkatan untuk kepadatan penduduk, di Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2012 dari 45,20 jiwa per Km2 di menjadi 46,41 jiwa per Km2 penyebaran yang tidak merata. Hal ini terlihat dari masih terpusatnya penduduk di Kecamatan Manggar sebagai ibukota kabupaten dengan kepadatan hingga 106,01 jiwa per Km2, dengan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kecamatan lain yang relatif merata penyebarannya.

 

TINGKAT PENDIDIKAN DAN AGAMA KABUPATEN BELITUNG

Etnis penduduk asli Kabupaten Belitung adalah etnis Melayu yang kemudian mengalami akulturasi dan asimilasi dengan berbagal etnis Iainnya, yaitu etnis Melayu Riau, Palembang, Bugis, Cina, Jawa, dan etnis lainnya. Kebudayaan etnis Melayu, etnis Cina, agama Islam dan kepercayaan yang dibawa oleh etnis Cina telah banyak berpengaruh terhadap pola-pola kebudayaan dan pola relasi sosial masyarakat Kabupaten Belitung.

Berdasarkan agama, penduduk Kabupaten Belitung didominasi oleh pemeluk agama Islam yaitu sebesar 91,61%, dan pemeluk agama Iainnya adalah Budha sebanyak 6,37%, Protestan 1,02%; Katholik 0,55% dan Hindu 0,45%.
Partisipasi melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP sebesar 32,17% dan dari SMP ke SMU sebesar 70,36%. Artinya jumlah anak sekolah yang masuk ke sekolah lanjutan pertama perlu peningkatan.Sedangkan dari lanjutan pertama ke sekolah menengah umum mencapai 70%. Partisipasi masyarakat yang menyelesaikan pendidikan di Belitung 8,26% (rata-rata 343 orang per tahun). Dengan demikian tingkat partisipasi penduduk sekolah dasar cukup tinggi, tetapi jumlah yang melanjutkan ke SMP hanya 32,17%, tapi SMP-SMU mencapai 70%. Sementara itu jumlah sekolah tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

 

TINGKAT PENDIDIKAN DAN AGAMA KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan adalah adanya sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui Jalur pendidikan, pemerintah berupaya untuk menghasilkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), wajib belajar 6 tahun yang dilanjutkan wajib belajar 9 tahun, UUD 1945 beserta amandemennya (pasal 31 ayat 2) serta program pendidikan lainnya adalah bentuk upaya pemerintah dalam rangka menciptakan sumber daya manusia tangguh yang siap bersaing pada era globalisasi. Peningkatan sumber daya manusia sekarang ini lebih diutamakan dengan memberikan kesempatan kepada penduduk untuk mendapatkan pendidikan yang seluas-luasnya, terutama penduduk pada kelompok umur 7-24 tahun yang merupakan kelompok usia sekolah.

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dari tahun ke tahun selalu berupaya untuk meningkatkan sarana dan fasilitas peribadatan serta rasa tentram dalam menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing individu. Kehidupan beragama di Kabupaten Belitung Timur tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkan. Hal ini tercermin dari rasa aman dalam menjalankan ibadah (tanpa pernah ada kasus sara), peningkatan jumlah penduduk yang beribadah haji pada tiap tahunnya dan lain sebagainya.

 

KETENAGAKERJAAN

Berdasarkan data Belitung Dalam Angka 2012, angkatan kerja di Kabupaten Belitung pada tahun 2011 berjumlah 2.798 jiwa yang terdiri dari 242 jiwa (8,65%) sudah ditempatkan dan 2.556 jiwa (91,35%) belum ditempatkan. Apabila dikelompokkan menurut tingkat pendidikan jumlah terbesar penduduk pencari kerja di Kabupaten Belitung adalah tamatan SLTA yaitu sebesar 67,44%. Tabel berikut memperlihatkan data angkatan kerja ini.Sektor pertanian dan perkebunan, termasuk perikanan, masih merupakan sektor kedua yang menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Belitung. Hal ini mungkin disebabkan karena seringkali untuk masuk ke dalam sektor ini tidak memerlukan persyaratan tertentu. Sedangkan lapangan pekerjaan lain yang memerlukan tenaga kerja ahli saat ini dikaitkan kondisi SDM Kabupaten Belitung yang ada. Secara lebih mendetail, berikut ini adalah komposisi penduduk Kabupaten Belitung menurut mata pencahariannya. 22,67% masyarakat Belitung belum/tidak bekerja, dan 24,74% masyarakat Belitung adalah ibu rumah tangga. Sementara komposisi pekerjaan terbesar berikutnya adalah sabagai pelajar/mahasiswa sebanyak 17,72%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tiga program terkait tersebut belum menjadi sektor penggiat ekonomi daerah yang didukung penuh oleh ketertarikan penduduk Kabupaten Belitung sebagai mata pencahariannya.Oleh karena itu, perlu diciptakan strategi yang tepat agar penduduk berminat untuk bekerja dan mengembangkan ke tiga program prioritas tersebut, sehingga kesiapan SDM Kabupaten Belitung untuk berkiprah lebih banyak.dan lebih berkualitas terhadap trilogi program pambangunan Kabupaten Belitung dapat dipenuhi.
Peluang pemenuhan saat ini masih sangat terbuka mengingat masih banyak penduduk usia produktif. Penduduk usia produktif masih bisa dikelompokkan ke dalam (i) kelompok yang sedang menunggu pekerjaan, masih sekolah dan ibu rumah tangga, (ii) kelompok yang bekerja dibawah standard minimum, dan (iii) kelompok yang tidak bekerja.
Kualitas SDM sangat penting untuk ditingkatkan.mengingat persaingan tenaga kerja yang skilled labor akan sangat mencantumkan apakah masyarakat Belitung dapat tinggal landas bersama tiga sektor prioritas. Secara diagram dapat diiihat hubungan pentingnya pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Belitung.
Dari realitas keragaman perekonomian di Kabupaten Belitung yang didominasi oleh sektor ekonomi yang bersifat ekstraktif [(perikanan Laut dan pertambangan) dan sektor perkebunan], kemudian loncat ke sektor perdagangan (ekspor kaolin,timah, Crude Palm Oil (CPO)), maka kualitas SDM di Kabupaten Belitung masih perlu terus ditingkatkan untuk mengembangkan tiga program prioritas yaitu : Perikanan dan Kelautan [Perikanan Tangkap Modern, Perikanan Budi Daya Perairan]; Pariwisata, dan Kepelabuhanan.
Upah Minimum Kabupaten (UMK) Belitung pada tahun 2011 adalah sebesar Rp1.219.000,- naik sebesar 15% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp1.060.000,-.

 

KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA

Angkutan kerja (penduduk berusia 14-65 tahun) menunjukkan usia produktif penduduk untuk dapat berkiprah lebih lanjut dan lebih maju dalam pembangunan dan perekonomian wilayah. Penduduk Kabupaten Belitung juga mempunyai potensi sumberdaya manusia dalam usia produktif untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan.
Berangkat dari data jumlah angkatan kerja, maka dapat diperoleh gambaran seberapa besar potret dan kapasitas SDM Kabupaten Belitung atau kesiapan SDM di Kabupaten Belitung dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Belitung untuk mewujudkan percepatan pembangunan dengan mendorong tiga sektor andalan yaitu: (1) Kelautan dan Perikanan; (2)Pariwisata; dan (3) Perhubungan (bidang Kepelabuhanan). Ketiga sektor andalan ini atau disebut juga dengan trilogi pembangunan Kabupaten Belitung diharapkan dapat mengungkap pembangunan Kabupaten Belitung.

 

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

Dengan cara melihat seberapa besar jumlah tenaga kerja yang dapat diserap oleh adanya lowongan pekerjaan tersebut, maka dapat diperoleh informasi mengenai besar kesiapan yang dapat dinikmati penduduk Kabupaten Belitung dari adanya perkembangan ketiga sektor andalan tersebut.

Dimensi manusia merupakan salah satu isu penting dalam pembangunan. Pembangunan manusia menjadi tujuan utama pembangunan suatu daerah melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia, agar mampu berperan sebagai subyek dalam pembangunan itu sendiri. Isu pembangunan manusia semakin berkembang menjadi kebutuhan seiring dengan berkembangnya kesadaran politik masyarakat dan terbukanya komunikasi saat ini. Pengukuran indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Belitung didasarkan pada 3 parameter yaitu indeks kelangsungan hidup, indeks pengetahuan dan indeks daya beli. Dari gambar di samping, terlihat bahwa terjadi peningkatan indeks pembangunan manusia dari tahun 2008-2010, dari 72,59 menjadi 73,36.

Kemampuan secara umum dapat ditunjukkan dengan melihat perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencerminkan capaian kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. IPM Kabupaten Belitung tahun 2010 adalah sebasar 73,36 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2008 sebesar 72,59. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan daya beli penduduk, kualitas pendidikan masyarakat dan kualitas kesehatan masyarakat. Dari angka IPM tahun 2010 tersebut mengindikasi bahwa status pembangunan manusia di Kabupaten Belitung tergolong pada kriteria menengah ke atas.
Untuk meningkatkan IPM, perlu upaya yang terpadu dan berkesinambungan agar kondisi social masyarakat terus meningkat khususnya peningkatan kesehatan pendidikan, dan daya beli masyarakat.

 

INDEKS KELANGSUNGAN HIDUP

Indeks kelangsungan hidup tahun 2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Angka harapan hidup dari tahun ke tahun di Kabupaten Belitung juga menunjukkan peningkatan. Angka Harapan Hidup ini menjadi indicator telah terjadinya peningkatan pelayanan kesehatan bagi pasien yang memerlukan pelayanan kesehatan. Berdasarkan data statistik Kabupaten Belitung, tercatat peningkatan jumlah fasilitas rumah sakit seperti kapasitas tempat tidur; puskesmas dan puskesmas pembantu. Untuk tenaga kesehatan yang dominan meningkat adalah tenaga untuk kesehatan di tingkat puskesmas. Selain itu juga dapat didorong oleh pendidikan masyarakat yang makin peduli dengan pula kesehatan, atau tingkat fasilitas dan pelayanan yang kualitasnya makin baik. Semua itu berimplikasi memacu meningkatnya nilai harapan hidup rata-rata pendudukan mencapai 72 tahun.

 

INDEKS PENGETAHUAN

Indikator lain adalah peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat yang diukur dari tingkat pendidikan. Ukuran dari rata-rata lamanya sekolah menjadi salah satu indikator peningkatan indek pengetahuan. Peningkatan pengetahuan dapat juga ditunjang oleh berkurang rasio guru terhadap murid terutama guru SD dan SMK.

Data dari tahun ke tahun juga selalu menunjukkan peningkatan angka melek huruf Kabupaten Belitung meningkat. Kualitas SDM Kabupaten Belitung tercermin dari banyaknya penduduk yang dapat mengenyam pendidikan sekolah. lndikator lama sekolah juga menunjukkan peningkatan juga dari tahun ke tahun.
Peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS) menunjukkan adanya peningkatan kualitas pendidikan. Perlu dilakukan peningkatan kemampuan masyarakat menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan besarnya RLS di masa yang akan datang. Hal ini juga penting dilakukan terutama dalam rangka mempersiapkan skill Iabor untuk mendukung berjalannya trilogi pembangunan sektor prioritas di masa mendatang.

 

INDEKS DAYA BELI

Secara umum tingkat pertumbuhan ekonomi wilayah mengalami peningkatan. Indeks daya beli masyarakat juga menunjukkan peningkatan. Peningkatan kemampuan daya beli sangat terkait dengan tingkat pendapatan perkapita per bulan masyarakat. Nilai pengeluaran yang diukur adalah pengeluaran untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Tahun 2011 pendapatan per kapita penduduk atas dasar harga berlaku mencapai Rp15.566.179,- atau meningkat sebesar 17,14% dibandingkan tahun 2010 yang hanya sebesar Rp13.288.928,- Sedangkan harga konstan sebesar Rp5.501.268,- pada tahun 2011 atau naik 6,50% dibandingkan tahun 2010 ssbesar Rp5.165.367,-.Jika dilihat persentase penduduk miskin Kabupaten Belitung tahun 2009 lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Tren persentasenya menurun dari tahun 2007 sebesar 11,59% menjadi 10,62% pada tahun 2008 lalu turun kembali pada tahun 2009 menjadi 9,78%. Untuk garis kemiskinan Kabupaten Belitung dari tahun 2007 sampai 2009 mengalami peningkatan, mulai dari Rp269.924,- tahun 2007 menjadi Rp293.222,- lalu pada tahun 2009 manjadi Rp334.165,-.