Home Sarana, Prasarana dan Pelayanan Publik

Sarana, Prasarana dan Pelayanan Publik

SARANA, PRASARANA & PELAYANAN PUBLIK

Kabupaten Belitung merupakan salah satu wilayah yang sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai bagi warganya.Sarana dan prasarana seperti peribadatan, kesehatan, perekonomian, transportasi, dan lainnya dapat diakses dan digunakan oleh seluruh penduduk Kabupaten Belitung.Meskipun demikian, upaya Pemerintah Daerah untuk memperbaiki dan mengoptimalkan berbagai fasilitas umum terus diupayakan.

FASILITAS PERIBADATAN KABUPATEN BELITUNG

Meskipun mayoritas penduduk Belitung beragama islam, namun Kabupaten Belitung tetap memiliki penduduk beragama Protestan, Katolik, Hindu, juga Budha ada diwilayah ini. Maka dari itu, Kabupaten Belitung juga memfasilitasi peribadatan yang cukup memadai bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Belitung dari tahun ke tahun selalu berupaya meningkatkan sarana dan fasilitas peribadatan serta rasa tentram dalam menjalankan agama dan kepercayaan setiap individu. Kehidupan beragama di Kabupaten Belitung tumbuh berkembanga seperti yang diharapkan. Hal ini tercermin dari rasa aman dalam menjalankan ibadah tanpa pernah ada kasus terkait SARA. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Belitung. Selanjutnya terdapat 1.312 penduduk beragama Khatolik, 2.810 penduduk beragama Protestan, 777 penduduk beragama Budha, dan 22 penduduk beragama Konghuchu. Data pemerintahan mencatat fasilitas peribadatan untuk segala agama tercukupi di Kabupaten Belitung. Jumlah fasilitas peribadatan di Kabupaten Belitung pada tahun 2011 ada 129 masjid, 101 Langgar, 57 Mushola, 1 Gereja Khatolik, 8 Gereja Protestan, 4 Pura, dan 6 Vihara.

FASILITAS PERIBADATAN KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dari tahun ke tahun selalu berupaya untuk meningkatkan sarana dan fasilitas peribadatan serta rasa tentram dalam menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing individu. Kehidupan beragama di Kabupaten Belitung Timur tumbuh dan berkembang
seperti yang diharapkan. Hal ini tercermin dari rasa aman dalam menjalankan ibadah (tanpa pernah ada kasus sara), peningkatan jumlah penduduk yang beribadah haji pada tiap tahunnya dan lain sebagainya.

FASILITAS KESEHATAN KABUPATEN BELITUNG

Pembangunan kesehatan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. Bila pembangunan kesehatan berhasil dengan baik maka akan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara langsung. Selain itu, pembangunan kesehatan yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan  fasilitas kesehatan dengan menciptaka akses pelayanan kesehatan dasar yang didukung oleh sumber daya yang memadai seperti rumah sakit, Puskesmas, tenaga kesehatan ( dokter, bidan, perawat ) dan ketersediaan obat. Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belitung setiap tahun ditingkatkan kualitasnya. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, PEMKAB Belitung juga memberikan pelayanan Jaminan Kesehatan Belitung (JKB) bagi masyarakat. Fasilitas penting seperti rumah sakit, Puskesmas dan pustu sudah berdiri dan beroprasi diwilayah tersebut. Sampai akhir tahun 2011, di Kabupaten Belitung telah berdiri 1 RSUD dan 1 Rumah Sakit Swasta, serta 9 Puskesmas dan 3 puskesmas pembantu (pustu).

Rumah sakit di Kabupaten Belitung terletak di kota Tanjungpandan. Pada tahun 2006, RSUD hanya memiliki 129 tempat tidur. Jumlah tempat tidur meningkat menjadi 150 buah. Berdirinya rumah sakit swasta juga memberikan tambahan 50 tempat tidur bagi masyarakat yang membutuhkan. Kabupaten Belitung memiliki 9 buah Puskesmas yang tersebar di 5 Kecamatan, 2 puskesmas berdiri di Kecamatan Membalong, 2 puskesmas lainnya terdapat di Kecamatan Sijuk, 1 puskesmas di Kecamatan Badau, dan 1 puskesmas lagi di Kecamatan Selat Nasik. Kemudian 3 puskesmas lainnya terdapat di ibukota Tanjungpandan. Jumlah pustu sebanyak 31 unit menunjukkan peningkatan jumlah fasilitas. Di tahun 2006 hanya terdapat 28 pustu di Kabupaten Belitung dan meningkat menjadi 31 di tahun 2011. Kecamatan Membalong adalah wilayah yang memiliki pustu paling banyak yaitu berjumlah 9 pustu. Lalu 7 pustu didirikan di Tanjungpandan, 6 pustu di Badau serta 4 pustu lainnya terdapat di Kecamatan Selat Nasik.

TENAGA MEDIS

Tenaga Kerja kesehatan seperti dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis , dokter gigi, apoteker, perawat hingga bidan melayani masyarakat di Kabupaten Belitung. Di tahun 2011, Kabupaten Belitung mempunyai 22 dokter umum, 2 dokter spesialis, 8 dokter gigi, 167 perawat, 90 bidan serta 7 orang apoteker. Jenis Penyakit di Masyarakat. Tingkat kesehatan akan dilihat dari jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Belitung. Penyakit yang tertinggi  dijumpai adalah ISPA yang mencapai 35.256 kejadian. Penyakit lain rhematik dan hipertensi. Secara keseluruhan, tingkat gangguan karena penyakit yang diderita oleh masyarakat kabupaten ini telah mengalami peningkatan.

ANGKA HARAPAN HIDUP

Kondisi kesehatan Kabupaten Belitung tergolong cukup baik dan memadai. Pada tahun 2011, Anagka Harapan Hidup (AHH) masyarakat di Kabupaten Belitung mencapai 72 tahun. Artinya, secara rata-rata penduduk Kabupaten Belitung dapat hidup hingga usia kurang lebih 72 tahun. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Artinya dari data tersebut juga dapat diketahui bahwa penduduk Kabupaten Belitung memiliki taraf kesehatan yang cukup baik.

FASILITAS KESEHATAN KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Pembangunan kesehatan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. Bila pembangunan kesehatan berhasil dengan baik maka akan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara langsung. Selain itu, pembangunan kesehatan juga mencakup mutu dan upaya kesehatan yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas kesehatan dengan menciptakan akses pelayanan kesehatan dasar yang didukung seperti rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat) dan ketersediaan obat. Sampai tahun 2012, jumlah Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Kabupaten Belitung Timur adalah 6 buah dan 18 buah. Untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tambahan tenaga medis seperti tenaga dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya menjadi perhatian utama pembangunan di sektor kesehatan.

FASILITAS TRANSPORTASI KABUPATEN BELITUNG

Dalam rangka pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Belitung telah melaksanakan berbagai kegiatan pengembangan untuk transportasi darat, udara, dan laut. Pengembangan transportasi darat dilakukan dengan meningkatkan kualitas jalan di Kabupaten Belitung dengan lapisan hotmix serta penambahan jalan baru untuk menghubungkan  kecamatan dan desa. Sementara pengembangan transportasi udara dilakukan dengan penambahan kapasitas layanan penerbangan. Dalam pembangunan transportasi laut, pengembangan pelabuhan laut dan perbaikan fasilitas perlabuhan pada dasarnya mengacu pada prinsip untuk mendorong  dan merangsang pertumbuhan ekonomi dan membuka keterisolasian. Perhubungan laut di Kabupaten Belitung adalah sektor yang strategis karena sektor pelabuhan sangat menentukan dalam kelancaran pengembangan sektor-sektor unggulan di Kabupaten Belitung, yaitu sektor perikanan, pariwisata, dan perhubungan. Oleh karena itulah pelabuhan laut memiliki nilai penting bagi perkembangan Kabupaten Belitung. Sejak mengajukan status Kawasan Ekonomi Khusus ke pemerintahan pusat pada tahun 2011 lalu, Pemerintah Kabupaten Belitung menjadikan pembangunan sarana dan transportasi sebagai tulang punggung dalam pembangunan  Belitung.

FASILITAS TRANSPORTASI KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Panjang jalan di Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2012 mencapai 566,40 kilometer yang terdiri dari 49,45 kilometer jalan Negara, 163,95 kilometer jalan propinsi dan sisanya sebesar 353,00 kilometer merupakan jalan kabupaten. Permukaan jalan di Kabupaten Belitung Timur yang telah diaspal mencapai 514,85 kilometer atau mencapai 90,9 persen, gabungan dari jalan negara, jalan propinsi dan jalan kabupaten, sedangkan sisanya sebesar 51,55 kilometer atau 9,1 persen masih merupakan jalan tanah. Kondisi jalan beraspal di Kabupaten Belitung Timur sebesar 476,55 kilometer atau 84,14 persen dalam kondisi baik, 28,40 kilometer atau 5,01 persen dalam kondisi sedang dan sisanya 61,45 kilometer atau 10,85 persen dalam kondisi rusak.

TRANSPORTASI UDARA

Transportasi udara juga berfungsi dengan baik di Kabupaten Belitung. Saat ini bandar udara H.A.S Hanandjoeddin beroprasi sebagai pintu masuk arus penumpang  Tanjungpandan-Jakarta. Bandara ini terletak kurang lebih 15 km dari pusat Kota Tanjungpandan dengan panjang landasan 1.850m yang dapat didarati pesawat jenis F-28 MK 2000 dan Boeing 737-200. Ada 3 maskapai yang melayani penerbangan Jakarta-Tanjungpandan, yaitu Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, dan Citilink. Secara total ada 6 jadwal penerbangan dari Jakarta-Tanjungpandan. Sementara rute Tanjungpandan-Jakarta dilayani oleh maskapai Sky Aviation dan Wings Air dengan jadwal 3 kali jadwal penerbangan. Setiap tahunnya, Bandara H.A.S Hanandjoeddin, mengalami peningkatan jumlah penumpang baik penumpang datang maupun penumpang berangkat. Ini mengidentifikasikan bahwa Kabupaten Belitung mengalami perkembangan yang baik dalam pengelolaan sarana transportasi udaranya. Pada tahun 2011 yang lalu, terjadi peningkatan dari 336.643 penumpang pada tahun 2010 menjadi 393.163 penumpang atau meningkat 16.79% pada tahun 2011.

TRANSPORTASI DARAT KABUPATEN BELITUNG

Tansportasi darat di Kabupaten Belitung terdiri dari beragam kendaraan umum, seperti  mini bus, angkot, bus, dan metromini. Selain itu, jasa penyewaan mobil juga tersedia di Tanjungpandan. Jasa sewa mobil sering  dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengelilingi wilayah Belitung. Dilihat dari jumlah kendaraan yang terdaftar tahun 2011 terdapat 57.342 kendaraan. Sebanyak 6.529 merupakan kendaraan roda empat dan 50.813 kendaraan roda dua. Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancara kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Panjang jalan negara di Kabupaten Belitung pada tahun 2011 mencapai 103,37 km. Panjang jalan yang berada dibawah wewenang  provinsi ada 114,36 km dan sisanya sebanyak 615,38 km dibawah wewenang Pemerintah Kabupaten Belitung. Pada tahun 2011, kondisi jalan kabupaten yang baik sebesar 66,14% kondisi sedang sebesar 22,66% dan 11,20% yang berada dalam kondisi rusak. Selain pelapisan jalan, pemerintah daerah juga membangun jembatan untuk merevitalisasi jalur darat Belitung.

TRANSPORTASI DARAT KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Jumlah kendaraan yang terdaftar di Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2012 sebesar 67.257 unit lebih banyak dibanding tahun 2011 yang mencapai 62.700 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.519 buah merupakan kendaraan roda empat dan sisanya 62.738 unit merupakan kendaraan roda 2. Dari seluruh kendaraan, 26.554 unit kendaraan atau sekitar 39,48 persen berada di Kecamatan Manggar yang merupakan ibu kota Kabupaten Belitung Timur dan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan.

TRANSPORTASI LAUT KABUPATEN BELITUNG

Angkutan laut merupakan sarana transportasi yang sangat penting dan strategis bagi kabupaten Belitung yang merupakan daerah kepulauan. Ada beberapa pelabuhan utama di Kabupaten Belitung ini.

TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN LASKAR PELANGI

Pelabuhan ini dahulunya bernama Pelabuhan Tanjungpandan, karena memang terletak di dekat pusat kota Tanjungpandan. Pada tahun 2011, PT Pelabuhan Indonesia melakukan renovasi dan mengganti namanya menjadi Pelabuhan Laskar Pelangi. Pembangunan terminal baru penumpang menghabiskan dana Rp1,7 miliar dan mampu menampung lebih dari 200 penumpang dan dilengkapi ruang VIP dan pertokoan.

PELABUHAN TANJUNG RU

Pelabuhan Tnjung Ru’ berdasarkan Perda No. 28 Tahun 20025 tentang RT/RW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan pelabuhan pengumpan lokal yang diarahkan untuk melayani kegiatan alihg muat angkutan laut dalam jumlah kecil jangkauan dan serta berfungsi sebagai pengumpan pelabuhan utama dan pengumpan pelabuhan regional. Pelabuhan ini banyak melayani kapal dengan tujuan Jakarta. Selain sebagai pelabuhan pengumpan lokal, pelabuhan Tanjung Ru’ juga merupakan pelabuhan pendaratan kapal ikan tangkap.

PELABUHAN TANJUNG BATU

Satu lagi pelabuhan yang baru selesai dibangun di Kabupaten Belitung adalah Pelabuhan Tanjungbatu. Pelabuhan ini berada di Kawasan Ekonomi khusus di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau. Saat ini, pengoperasian pelabuhan ini masih dilakukan secara terbatas. Saat ini pemerintah daerah sedang dalam proses penyiapan badan usaha yang akan mengoperasikan pelebuhan tersebut. Rencananya, pelabuhan yang akan dilabuhi beberapa kapal ini akan dioperasikan oleh perusahaan daerah dengan bekerjasama dengan perusahaan dari luar. Pelabuhan Tanjung Batu diproyeksikan menjadi pelabuhan Internasional, dengan tiga fungsi utama yaitu: pintu gerbang keluar/masuk utama ke pulau Belitung, melayani kawasan industri yang diproyeksikan menjadi kawasan ekonomi khusus, dan menjadi pelabuhan penyangga Tanjung Priok di masa depan.

TRANSPORTASI LAUT BELTIM

Angkutan laut merupakan sarana perhubungan yang sangat penting dan strategis bagi Kabupaten Belitung Timur yang merupakan daerah kepulauan. Hal ini terlihat dari data arus bongkar muat di Pelabuhan Manggar, dimana untuk komoditi pasir kwarsa, pasir bangunan, tanah liat, minyak kelapa sawit dan biji timah mengalami kenaikan. Diperlukan perhatian yang cukup serius dalam meningkatkan dan memperluas pembangunan pelayaran di daerah ini termasuk penyempurnaan, manajemen dan dukungan fasilitas pelabuhan.

 

PPN TANJUNGPANDAN

Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu basis ekonomi Kabupaten Belitung yang memiliki daya dukung keanekaragaman sumber daya hayati dan lautan. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan merupakan prasarana pendukung kegiatan sektor kelautan dan perikanan. Fasilitas yang tersedia adalah pelabuhan perikanan, pangkalan pendaratan perikanan, perbengkelan, dan sarana prasarana lainnya. Pelabuhan yang terletak di muara Sungai Cecuruk ini memiliki permasalahan pendangkalan, tetapi kondisi ini tidak mempengaruhi terhadap aktivitas kapal karena berat kapal yang melakukan pendaratan di pelabuhan ini berbobot kurang dari 10 GT. Namun kondisi ini akan menjadi permasalahan apabila kapal-kapal perikanan yang melakukan aktivitas memiliki bobot yang semakin besar. Selain pendaratan kapal penangkapan ikan di PPN Tanjungpandan, masih terdapat pendaratan kapal ikan dimasing-masing kecamatan seperti di Selat Nasik, Tanjung Binga, dan Tanjung Rusa. Sarana transportasi laut Kabupaten Belitung berupa kapal Pelni. Kapal ini memiliki rute perjalanan Jakarta-Belitung atau Belitung-Kalimantan, begitu pula sebaliknya. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan fasilitas Jetfoil atau kapal cepat untuk perjalanan menuju ibukota provinsi. Beberapa armada transportasi laut Kabupaten Belitung yaitu Ekspres Bahari, KM. Tristar, KM.Lawit, dan KM.Louser.

FASILITAS PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan salah satu bidang yang menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung. Kapasitas sekolah di Kabupaten Belitung tidak melebihi kapasitasnya. Hal ini menunjukkan sarana pendidikan Kabupaten Belitung cukup memadai bagi masyarakat. Daerah pemerintah menyebutkan untuk jenjang SD dan sederajat, seseorang guru rata-rata mengajar 16 murid. Untuk jenjang SMP dan sederajat , seseorang guru rata-rata mengajar 15 murid. Sedangkan untuk jenjang SMA dan sederajat, seorang guru mengajar rata-rata 12 murid. Dalam sebuah bangunan SD rata-rata dapat menampung 152 murid di Kabupaten Belitung. Lalu sebuah bangunan SMP dapat menampumg rata-rata 239 murid, dan sebuah bangunan SMA dapat menampung kurang lebih 267 murid. Fasilitas pendidikan seperti gedung sekolah telah memadai dari segi kenyamanan dan kebersihanya. Sebagai fasilitas pendukung seperti laboratorium kompeten telah ditingkatkan dari tahun ke tahun, demikian pula dengan kualitas staf pengajar ditingkatkan dengan mewajibkan seluruh guru SD mengikuti sertifikasi. Indikator Angka Melek Huruf (AHM)  di Kabupaten Belitung di tahun 2009 yaitu sekitar 94%. Sedangkan rata-rata lama sekolah (MYS) penduduk Kabupaten Belitung adalah 7,79% dan indeks Pengetahuan sebesar 81,58%. Angka rata-rata lama sekolah tersebut berarti rata-rata lama waktu sekolah besekolah penduduk di Kabupaten Belitung adalah 7,79% tahun. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama untuk meningkatnya, sehingga program wajib belajar 9 tahun bisa tercapai.

FASILITAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, DAN JASA KABUPATEN BELITUNG

Sektor perdagangan memiliki konstribusi yang cukup besar juga terhadap PDRB Kabupaten Belitung. Oleh karena itu, fasilitas bagi sektor perindustrian, perdagangan, dan jasa tetap menjadi perhatian pemerintah. Fasilitas seperti pasar, pusat perbelanjaan, toko, perkantoran dan kawasan industri terus bertumbuh dikabupaten Belitung, terutama di Tanjungpandan, karena ibukota Kabupaten Belitung ini diarahkan sebagai kawasan Centar Business District. Beberapa perusahaan-perusahaan nasional maupun multi nasional telah membuka cabang mereka di Kabupaten Belitung. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen pemerintah untuk membangun Belitung mendapatkan respon yang positif dari pelaku ekonomi.

FASILITAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, DAN JASA KABUPATEN BELITUNG TIMUR

ada tahun 2012 jumlah perusahaan yang berdasarkan pembaharuan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) di Kabupaten Belitung Timur berjumlah 85 perusahaan. Jumlah perusahaan ini adalah yang terdaftar di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Belitung Timur.

EKSPOR

Tujuan utama ekspor antar Kabupaten dari Kabupaten Belitung Timur meliputi : Jakarta, Pulau Bangka, Mojokerto dan Tanjungpandan. Produk-produk ekspor yang diekspor meliputi : Pasir timah, timah batangan, batu besi dan pasir kwarsa. Di Kabupaten Belitung Timur terdapat beberapa perusahaan yang aktif dalam melakukan kegiatan ekspor didominasi oleh komoditi ikan dan hasil laut lain.

IMPOR

Sebagaimana halnya dengan barang barang ekspor, maka barang-barang impor didatangkan melalui pelabuhan laut dan udara. Adapun komposisi impor kabupaten Belitung Timur sebagian besar terdiri dari barang-barang pokok strategis dan beberapa barang-barang lainnya.

FASILITAS LISTRIK, KOMINIKASI dan INFORMATIKA KABUPATEN BELITUNG

LISTRIK

Produksi listrik yang dihasilkan oleh PT. PLN Cabang Tanjungpandan pada tahun 2011 mencapai 144.400.550kwh. hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan produksi listrik dari tahun 2010 yang mencapai 113.650.625 kwh. Karena produksi yang dihasilkan meningkat, jumlah pendapatan dari produksi listrik yang dihasilkan pada tahun 2011 mengalami peningkatan yaitu dari Rp 97.840.392.162,- atau sekitar 89,33%. Pada tahun 2011, jumlah pelanggaran listrik di Kabupaten Belitung sebesar 34.665 yang pada umumnya digunakan untuk keperluan rumah tangga kecil yang mencapai 30.966 pelanggan yaitu sekitar 89,33% dari seluruh pelanggan listrik yang ada.

AIR

Air terutama ketersediaan air bersih, baik yang disediakan oleh PDM atau yang didapat dari sumur bor dan sumur gali milik masyarakat merupakan hal yang vital juga. Hal ini sangat terkait dengen kesehatan lingkungan dan masyarakat, karena itu ketersediaanya harus diusahakan. Air minum telah tersedia yang dikelola oleh PDAM juga sumur bor dan sumur gali milik masyarakat meskipun masih terdapat kendala yaitu belum adanya legalitas untuk penguasaan lokasi sumber air baku PDAM dan sering terjadi pemadaman listrik.

TELPON

Sedangkan telekomunikasi yang telah ada saat ini telah cukup memberikan kemudahan dalam arus informasi dari dan keluar Kabupaten. Jasa pos dan telekomunikasi yang telah ada saat ini sudah cukup memberikan kemudahan aksesibilitas arus barang dari dan keluar Belitung. Selain itu juga tersedia 4.911 satuan sambungan telepon dengan fasilitas sambungan otomatis dan adanya koneksi internet yang sudah mulai memasyarakat.
Jaringan Internet
Kabupaten Belitung memiliki beberapa titik Hotspot yang tersebar di seputar Kota Tanjungpandan, yaitu terletak di:
1. Pantai Tanjung Pendam (Taman Digital) yang merupakan bantuan dari PT. Telkom,Tbk dan dari dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka  Belitung.
2. Terminal Tanjungpandan yang merupakan bantuan dari Dinas Komunikasi Dan Informatika  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
3. Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung yang merupakan bantuan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Selain itu, untuk mendukung penyebarluasan informasi kepada masyarakat, Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memberikan beberapa unit MPLIK(Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan) sebanyak 3 unit yang dikelola oleh Mitra.

MEDIA MASSA

Media cetak yang ada di Kabupaten Belitung:
1. POS Belitung, terbit setiap hari (harian pagi)
2. Belitung Express, terbit setiap hari (harian pagi)

FASILITAS LISTRIK, KOMINIKASI dan INFORMATIKA KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Pada tahun 2012, sarana telekomunikasi sudah semakin memadai di daerah Kabupaten Belitung Timur. Terutama pada sarana telekomunikasi yang dimiliki pribadi oleh masyarakat yaitu ponsel, terlihat sekali perkembangannya dengan maraknya orang berjualan pulsa isi ulang maupun dibukanya gerai-gerai resmi operator-operator yang melayani pelanggan yang mengalami masalah dalam berkomunikasi.

LISTRIK

Produksi listrik yang dihasilkan oleh PT. PLN Cabang Tanjungpandan untuk Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2012 sebesar 34.424.142 Kwh. Hal ini berarti hanya terjadi peningkatan produksi listrik sebesar 3.200.987 Kwh atau 10,25 % dibanding tahun 2011 yang mencapai 31.223.155 Kwh. Hal ini perlu mandapat perhatian serius karena seiring dengan meningkatnya jumlah produksi listrik, jumlah pelanggan yang membutuhkan listrik juga semakin bertambah dari 20.595 pelanggan di tahun 2011 menjadi 23.971 pelanggan di tahun ini. Seiring dengan meningkatnya produksi listrik yang dihasilkan, jumlah pendapatan yang dihasilkan juga mengalami peningkatan sebesar Rp. 7.528.713.456 rupiah atau sekitar 25,67 persen.